informasi bisnis

Panduan Informasi Bisnis Yellow Pages

Sebagai media informasi dan media iklan paling efektif Yellow Pages merupakan salah satu layanan direktori yang digunakan sebagai referensi konsumen yang siap membeli. Melalui direktori ini kami menyajikan kelengkapan informasi produk & jasa suatu perusahaan berdasarkan klasifikasi usaha. Salah satu inovasi Yellow Pages terkini adalah menerbitkan Panduan Informasi Yellow Pages full color untuk meningkatkan kualitas, daya tarik dan citra produk perusahaan Pemasang Iklan.

Benefit
  • Coverage : Menjangkau seluruh Pelanggan telepon di semua kota di Indonesia, terdapat 60% ragam buku Yellow Pages sesuai wilayah cakupannya.
  • Lifetime : Sebagai media informasi dan media iklan yang memiliki masa paling panjang yang hidup 365 hari dalam setahun, 24 jam sehari.
  • Exposure : Pengguna dari kalangan bisnis menggunakan Yellow Pages untuk mencari informasi produk dan jasa dengan frekuensi seminggu sekali atau lebih sebanyak 78%* dan 17%* menggunakan setiap hari. Sedangkan Pengguna rumah tangga 50%* menggunakan Yellow Pages minimal seminggu sekali.
  • Economical : dengan jangkauan yang luas, masa hidup lebih lama, dan tingkat exposure yang lebih tinggi dibandingkan media lain, Yellow Pages memiliki harga yang sangat ekonomis dan cost per million yang sangat rendah.
  • Audience : Pengguna Yellow Pages dan White Pages mencari informasi dalam kondisi sedang membutuhkan suatu produk dan layanan ( siap beli ). Yellow Pages menjadi media iklan yang menghubungkan Pembeli kepada Penjual.
  • Efektif : Efektivitas Yellow Pages telah diakui di dunia. Di Indonesia, menurut riset Frontier 2003, rata-rata Pemasang Iklan di Yellow Pages & White Pages merasa puas atas efektivitas pemasangan iklannya. Sebanyak 62%* Pemasang Iklan di Yellow Pages sangat efektif untuk bisnis mereka. Dan 65%* Pemasang Iklan di White Pages yang mengatakan efektif.

* Survey by Frontier

bisnis percetakan

Usaha percetakan membutuhkan berbagai proses untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan sehingga mereka akan mencetak ulang. Usaha ini bisa dilakukan pada pagi hari atau malam hari, tergantung pesanan. Jika pesanan semakin besar, maka waktu yang dibutuhkan juga semakin banyak sehingga mesin bekerja 24 jam.Salah satu peralatan yang dibutuhkan adalah mesin cetak.

Mesin yang sering dipergunakan dikenal sebagai mesin Toko yang harga terbarunya Rp 75 juta. Mesin ini mampu mencetak sebanyak 5.000 lembar per jam dengan isian satu folio, tetapi hanya mencetak satu warna (hitam-putih). Anda dapat juga memakai mesin bekas yang harganya Rp 25 juta-Rp 30 juta, tergantung usia mesin.

Umumnya orang yang memulai usaha ini menggunakan mesin bekas, sekalian belajar mengenal mesin dan memahami problem permesinan. Apabila usaha sudah semakin besar, maka dapat digunakan mesin yang lebih mahal yang saat ini harganya sekitar Rp 3 miliar. Mesin ini dapat mencetak empat warna dengan kemampuan 10.000 lembar dengan isian 9 folio.

Harga mesin bekas dengan kemampuan sama sekitar Rp 700 juta untuk mesin buatan tahun 1994. Biasanya pengusaha yang berpengalaman dalam usaha ini tidak membeli mesin terbaru jika order yang diterima besarnya tidak enam kali harga mesin. Uraian penggunaan mesin sudah jelas menyatakan, usaha ini harus dimulai dengan mesin bekas.

Selanjutnya, dibutuhkan mesin potong kertas karena sangat vital sekali untuk membuat rapi hasil cetakan. Harga mesin potong kertas terbaru Rp 17 juta, tetapi pengusaha dapat juga mencari mesin bekas dengan harga minimum Rp 10 juta dengan kemampuan masih dapat diandalkan. Agar mesin potong tidak mubazir, pengusaha dapat menerima pesanan potong kertas dengan pendapatan Rp 500 per kilogram kertas.

Pengusaha juga dapat membeli mesin master, tetapi sebaiknya pekerjaan diberikan kepada pemilik mesin saja. Sekarang ini satu master seharga Rp 5.000. Jika banyak pekerjaan membuat master, maka mesin ini diperlukan.

Pengusaha juga memerlukan operator mesin yang sekaligus memelihara mesin. Pengusaha sebaiknya merekrut mereka yang lulus STM jurusan mesin agar pengusaha tidak kerepotan apabila mesin rusak. Gaji operator Rp 1,5 juta-Rp 2,5 juta. Kemudian, dibutuhkan pembuat lay-out memakai komputer dengan pendidikan minimum SLTA dengan gaji Rp 750.000 per bulan.

Risiko Usaha

Memulai usaha ini dapat menggunakan gedung minimum 50-100 meter persegi dengan biaya sewa Rp 7,5 juta-Rp 15 juta per tahun. Letak gedung usaha sebaiknya di pinggir jalan supaya bisa dilihat berbagai pihak, terkecuali target pasarnya sangat berbeda. Apabila pesanan sudah banyak, maka pengusaha dapat menggunakan ruko dengan sewa Rp 75 juta per tahun.

Pengusaha juga harus mempunyai pegawai rendahan, minimum satu orang, dengan gaji sebesar biaya UMR. Tugas mereka mengantarkan barang dan merapikan hasil cetakan. Biaya listrik dan air tergantung pemakaian. Pengusaha minimum membayar listrik sebesar Rp 500.000 per bulan.

Dalam memproses cetakan, pengusaha membutuhkan tinta cetak, flat, dan buruh yang biayanya sekitar 10 persen dari nilai produksi. Secara kasar perhitungan hasil cetakan, ongkos cetak secara rata-rata Rp 10 per lembar. Jika menambah satu warna, maka tambahan biaya sekitar Rp 10. Sebagai bahan cetakan, minimal adalah kertas HVS 70 gram yang harganya Rp 50-Rp 55 per lembar. Jika memakai HVS 80 gram, maka biayanya Rp 60 per lembar.

Biaya pokok produksi telah diuraikan, selanjutnya harga jual produk cetakan dinilai dengan harga pokok produksi ditambah margin yang diinginkan. Pengusaha percetakan biasanya mengambil margin 25 persen, tetapi bisa lebih kecil apabila pesanan cetakan semakin banyak.

Pemasaran bisnis dapat dimulai dengan mencetak keperluan kantor sehingga dapat melakukan penawaran ke kantor-kantor. Teman terdekat sebagai pelanggan pertama dapat dipergunakan. Namun, banyak juga pengusaha yang mengejar cetakan dari departemen karena sekali mencetak pesanan sangat banyak. Hubungan baik dengan berbagai pihak sangat diperlukan untuk mendapatkan pesanan besar.

Uraian sebelumnya memberi gambaran bahwa apabila ingin memulai usaha ini dapat dilakukan dengan modal Rp 75 juta. Pengusaha harus bekerja keras dalam satu atau dua tahun pertama, terutama untuk mendapatkan pelanggan. Risiko utama bisnis ini adalah tidak adanya pelanggan. Kualitas produk harus diperhatikan pengusaha supaya pelanggan semakin banyak. Selamat berinvestasi dan berbisnis.

Sumber :
http://www.kompas.com/
bisnisukm.com, usaha bisnis percetakan
telkom.co.id, panduan informasi bisnis yellow pages

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: