uang dari blog gratis

Bagaimana sebenarnya cara yang benar untuk menghasilkan uang lewat blog?”
Pertanyaan inilah yang menginspirasi lahirnya e-book sederhana ini
hingga bisa hadir di depan Anda.
E-book “Pilar CTPM: Kunci Monetisasi Blog” ini pada awalnya
merupakan rangkaian seri artikel yang saya tulis secara terpisah-pisah
di Blogguebo.com. Ide menulis artikel tentang Pilar CTPM ini datang
setelah saya membaca beberapa tulisan Ken Evoy, pendiri SiteBuildIt
sekaligus penggagas awal konsep monetisasi blog dengan teknik
CTPM.
Dengan menulis artikel tentang Pilar CTPM harapan saya semakin
banyak blogger yang tidak salah paham dan menganggap aktivitas
make money from blogging adalah aktivitas jalan pintas dan serba
mudah. Sebaliknya, seperti halnya aktivitas bisnis lainnya, monetisasi
blog bukanlah soal sederhana dan harus dijalani dengan mindset yang
benar sebelum bisa memberikan hasil.
Hadirnya e-book sederhana ini sekedar ingin memberikan kemudahan
bagi Anda yang ingin membaca seluruh seri artikel Pilar CTPM: Kunci
Monetisasi Blog yang pernah tampil di http://www.Blogguebo.com dalam
bentuk e-book berformat PDF.
Dengan format PDF, Anda dengan mudah bisa men-download, mengcopy
dan mencetak isi e-book ini dan membacanya dimana saja dan
kapan saja tanpa harus terhubung dengan jaringan internet.
Selamat membaca. Semoga sukses dan happy blogging.

Pilar CTPM 1: Content
“Content is the King” – Anonymous

Apa yang dicari pengguna internet?
Informasi.
Apa yang diinginkan orang ketika menggunakan mesin pencari Google
ataupun Yahoo?
Informasi.
Apa yang Anda baca ketika berselancar mengunjungi situssitus
yang ada di internet?
Informasi.
Informasi. Informasi. Informasi.
Ya, itulah faktanya. Orang menggunakan internet pertama-tama
bukan karena ingin membeli sesuatu, namun lebih karena ingin
mendapatkan informasi.
Tepatnya: informasi yang benar-benar mereka butuhkan.
Jika tujuan utama pengguna internet adalah untuk mendapatkan
informasi, maka tidak ada cara lain untuk menarik hati calon pembaca
blog Anda kecuali dengan memberikan informasi bernilai tinggi dan
bermanfaat yang benar-benar dibutuhkan para pembaca blog Anda.
Lalu apa yang harus Anda lakukan?

1. Ubah Minat, Keahlian, Hobi dan Bakat Anda Menjadi
Informasi Yang Dibutuhkan
Setiap orang tahu tentang sesuatu. Begitu pula dengan Anda.
Barangkali Anda hobi nonton film. Atau suka membaca buku-buku
psikologi populer. Atau barangkali Anda jago desain grafis. Atau suka
menggambar komik. Atau bisa jadi Anda memiliki hobi jalan-jalan dan
paham benar sudut-sudut kota tempat Anda tinggal. Atau barangkali
Anda seorang guru Fisika.
Apapun minat, hobi, keahlian dan bakat yang Anda miliki, Anda bisa
mengubahnya menjadi informasi yang bernilai dan bermanfaat bagi
pembaca blog Anda.
Bagaimana cara menentukan topik blog Anda? Untuk menentukan
topik yang tepat dan sekaligus menguntungkan, cobalah jawab
pertanyaan-pertanyaan berikut:
– Apa minat terbesar Anda?
– Apa hobi Anda?
– Apa keahlian Anda?
– Apa bakat Anda?
– Apa topik/pengetahuan yang paling Anda kuasai?
– Berapa banyak peluang untuk unggul dalam topik yang Anda minati?
– Apa keywords yang paling banyak dicari dalam topik yang Anda
minati?
– Bagaimana peluang monetisasi yang bisa dilakukan dalam topik yang
Anda minati?
Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas, Anda akan
menemukan topik yang benar-benar sesuai dengan hasrat dan minat
Anda dan sekaligus memiliki potensi memberikan keuntungan melalui
monetisasi blog yang nanti akan Anda lakukan.

2. Ciptakan Konten Yang Bernilai Tinggi, Bermanfaat dan
Dibutuhkan
Apa yang membuat orang mau dan setia mengunjungi blog Anda?
Konten yang bermanfaat.
Menciptakan konten yang bernilai tinggi dan bermanfaat adalah kunci
monetisasi blog melalui Pilar CTPM. Tanpa konten yang benar-benar
bermanfaat dan dibutuhkan, Anda tidak akan mendapatkan
pengunjung. Tanpa pengunjung, Anda tidak bisa melakukan Preselling.
Tanpa ada Pre-selling, Monetisasi tidak mungkin dilakukan.
Apakah Anda harus pandai menulis untuk menghasilkan konten yang
bermanfaat? Sama sekali tidak. Ungkapan “saya tidak pandai menulis”
atau “tulisan saya buruk sekali”, bukanlah alasan untuk tidak mampu
menghasilkan konten yang bermanfaat.
Satu prinsip yang layak dipegang untuk menulis konten yang
bermanfaat adalah: Anda bukanlah Shakespeare. Anda bukan
sastrawan. Anda bukan novelis. Anda tidak sedang berusaha membuat
takjub pembaca blog Anda dengan kemampuan berbahasa Anda yang
indah nan mempesona. Anda sekedar ingin berbagi pengetahuan yang
Anda miliki dan benar-benar dibutuhkan pembaca blog Anda.
Cukup. Itu saja.
Yang jauh lebih penting dalam menciptakan konten yang bermanfaat
adalah hasrat yang besar untuk berbagi dengan pembaca blog Anda.
Gunakanlah gaya pribadi Anda sendiri. Tidak perlu menjadi orang lain.
Jadilah diri Anda sendiri. Hasrat yang menyala-nyala untuk berbagi
dan cara berbahasa yang hanya menjadi milik Anda sendiri itulah yang
justru akan menjadi daya tarik dan citra diri Anda. Bukan yang lain.

3. Bangun Backlink
Apa itu backlink? Secara sederhana, backlink adalah link tautan dari
blog lain ke blog Anda. Setidaknya ada tiga cara membangun backlink.
Pertama, dengan membuat dummy blog yang bisa kita berikan tautan
link satu sama lain. Kedua, dengan melakukan tukar backlink secara
langsung kepada blogger lain. Ketiga, dengan menciptakan konten
pilar yang bermanfaat dan benar-benar dibutuhkan sehingga membuat
blogger lain menautkan link bahkan dengan tanpa diminta.
Cara pertama dan kedua lebih mudah dilakukan, namun ada
keterbatasannya. Berapa banyak dummy blog yang bisa kita buat?
Pasti ada batasnya. Demikian halnya, tidak semua blogger mau
melakukan tukar link. Cara kedua lebih sulit dilakukan namun memiliki
potensi membangun backlink yang jauh lebih besar. Jika Anda ingin
membangun sebuah bisnis jangka panjang dengan blog Anda, cara
kedua jauh lebih menguntungkan.

4. Tulis Konten Yang Memberikan Backlink Lebih Banyak Lagi
Apa yang harus Anda lakukan setelah menulis konten yang benarbenar
bermanfaat dan dibutuhkan pembaca blog Anda? Tulis konten
lebih banyak lagi. Dengan menulis lebih banyak konten secara rutin
dan kaya dengan keywords yang Anda kuasai, pencari informasi
melalui mesin pencari (search engines) akan lebih mudah menemukan
blog Anda seiring dengan semakin baiknya posisi SERP (Search
Engines Results Page) blog Anda pada mesin pencari.
Ibarat sebuah toko, blog Anda akan lebih banyak menarik pengunjung
jika memiliki “barang dagangan” (konten) yang lebih lengkap,
berkualitas dan selalu segar (update). Tentu Anda pun akan malas
mendatangi toko yang hanya sedikit menjajakan “barang dagangan”
(konten), berkualitas nomor dua dan bahkan sudah basi (jarang diupdate).
Jadi, sebagai kesimpulan pilar pertama ini, untuk melakukan
monetisasi blog, hal pertama yang perlu Anda pikirkan bukanlah
PROGRAM monetisasi apa yang harus saya pilih, melainkan KONTEN
seperti apa yang harus saya tulis.
Content first. Monetization later.

Pilar CTPM 2: Traffic
“Content is the King” – Anonymous

Konten adalah raja. Namun konten bukanlah segala-galanya. Dalam
dunia blogging, konten yang bernilai tinggi dan bermanfaat tidak
cukup sebagai ukuran kesuksesan monetisasi blog. Konten yang
bagus, bahkan sempurna, tidak dengan serta merta akan menarik
pembaca. Apa artinya sebuah blog dengan konten yang bernilai tinggi,
bermanfaat dan hebat dalam semua aspeknya namun tidak ada
satupun orang yang membacanya?
Kok bisa tidak ada yang membaca? Bukankah konten yang bernilai
tinggi dan bermanfaat PASTI akan dicari dan dibutuhkan orang?
Sayangnya tidak. Konten yang bagus adalah satu hal, namun
bagaimana menarik pengunjung adalah hal yang lain.
Ya, menarik traffic ke blog Anda adalah langkah kedua yang harus
Anda lakukan setelah menulis konten yang bagus.
Secara umum, ada dua macam traffic. Pertama, traffic gratis. Traffic
ini sebagian besar berasal dari pengunjung yang datang dari halaman
hasil pencarian search engine. Sisanya dari social media, social
bookmarking, forum dan lain-lain. Kedua, traffic berbayar. Traffic ini
berasal dari pengunjung yang datang dari iklan Pay-Per-Click (semisal
Google Adwords atau YPN) yang Anda gunakan untuk mempromosikan
blog Anda.
Meskipun Anda tentu bisa melakukan keduanya, namun traffic gratis
seharusnya menjadi fokus utama Anda untuk menarik pengunjung.
Traffic berbayar barangkali akan memberikan pengunjung ke blog
Anda, namun begitu Anda berhenti memasang iklan, maka berhenti
pula aliran pengunjung ke blog Anda. Karena pertimbangan itulah
artikel ini hanya akan menyinggung tips-tips bagaimana menarik
traffic secara gratis ke blog Anda.

Bagaimana cara menarik traffic gratis ke blog Anda?

1. Daftarkan Blog Anda ke Mesin Pencari
Sepele, namun krusial. Inilah langkah penting pertama yang harus
Anda lakukan untuk menarik traffic gratis ke blog Anda. Untuk
mendapatkan traffic gratis dari mesin pencari, blog Anda harus
terlebih dahulu terdaftar dan ter-crawl oleh robot mesin pencari.
Daftarkanlah setidaknya pada tiga mesin pencari terbesar yakni
Google, Yahoo dan MSN.

2. Daftarkan Blog Anda ke Blog Directory
Blog directory adalah situs yang berisikan daftar blog yang disusun
berdasarkan topik tertentu. Dengan mendaftarkan blog Anda ke blog
directory, selain bisa mendapatkan suntikan pengunjung, Anda akan
mendapatkan backlink dari situs blog directory yang kebanyakan
memiliki nilai page rank cukup tinggi. Konsekuensinya, dimata mesin
pencari blog Anda akan memiliki kualitas yang lebih tinggi pula.

3. Ciptakan Lebih Banyak Konten Yang Bernilai Tinggi
Lebih dari segalanya dan seperti yang telah dibahas pada bagian
pertama seri artikel ini, menciptakan konten yang bernilai tinggi
adalah syarat mutlak untuk menarik pengunjung ke blog Anda.
Tulislah konten yang bermanfaat bagi pembaca blog Anda dan
sekaligus lakukan optimasi keywords terfokus yang sesuai dengan
topik blog Anda. Mulailah dengan menulis konten secara rutin dan
topikal dengan melakukan optimasi on-page SEO berdasarkan
keywords yang Anda bidik. Semakin bagus optimasi on-page yang
Anda lakukan, semakin tinggi ranking SERP (Search Engine Results
Page) yang Anda dapatkan, dan pada gilirannya semakin besar
peluang datangnya pengunjung ke blog Anda.

4. Bangun Backlink
Membangun backlink akan meningkatkan nilai off-page search engine
optimization (SEO) yang pada gilirannya akan meningkatkan ranking
hasil pencarian atau SERP (Search Engine Results Page). Semakin
banyak backlink natural atau organik (baca: bukan paid link) yang
Anda dapatkan, semakin tinggi SERP blog Anda di mesin pencari.
Hasilnya, tentu semakin banyak pengunjung yang datang ke blog
Anda. Cara membangun backlink bisa Anda baca di bagian pertama
seri artikel ini.

5. Promosikan Blog Anda
Ada banyak cara mempromosikan blog tanpa mengeluarkan uang
sedikitpun. Beberapa cara yang bisa Anda coba diantaranya adalah:
– memberikan komentar (tentu bukan spam comment) di blog lain
– mendaftar dan meninggalkan signature blog di forum-forum online
– memanfaatkan layanan RSS Feed, misalnya dari FeedBurner
– memanfaatkan layanan RSS melalui email, misalnya dari FeedBlitz
– memanfaatkan situs social networking semisal Friendster, My Space,
dan lain-lain
– mencantumkan signature blog di email pribadi Anda
– mendaftar situs-situs social networking semisal MyBlogLog dan
BlogCatalog
– memanfaatkan situs social media semacam Wikipedia
– memanfaatkan Entrecard
– menyisipkan alamat blog pada akun Yahoo Messenger
– memanfaatkan situs social bookmarking semacam Digg,
StumbleUpon atau Lintas Berita
– menulis untuk blog lain (guest blogger) dengan menyertakan alamat
blog Anda

Selain cara-cara diatas, Anda juga bisa mencoba melakukan promosi
blog dengan cara-cara menakjubkan ala guerrilla marketing. Intinya,
lakukanlah upaya promosi gratis semaksimal mungkin sebelum
memutuskan memilih cara promosi berbayar melalui iklan.
Dengan melakukan langkah-langkah diatas, blog Anda akan dikenal
karena kualitas dan kredibilitas, baik oleh mesin pencari maupun oleh
pembaca yang merasa mendapatkan manfaat dari blog Anda. Hasil
akhirnya, Anda akan menarik pengunjung loyal yang selalu datang dan
datang lagi ke blog Anda. Setelah memiliki cukup banyak traffic,
langkah berikutnya Anda bisa melakukan Pre-selling dan tentu saja
Monetisasi.

Pilar CTPM 3: Pre-selling
“Building a business is all about building relationship”

Mana yang Anda pilih: seorang penjual bakso yang melayani Anda
dengan senyum bersahabat, sapaan ramah dan sopan saat
membawakan pesanan Anda, atau seorang penjual bakso yang
cemberut, tanpa senyum dan nyaris seperti robot yang kaku melayani
permintaan Anda?
Mana yang Anda pilih: seorang pemilik kios kelontong kecil yang
memberikan hadiah sekedar permen untuk adik Anda, menyebut nama
Anda ketika melayani dan menanyakan kabar keluarga Anda, atau
seorang pemilik kios kelontong yang acuh tak acuh melayani,
cemberut dan bermuka masam, dan tidak pernah memberikan hadiah
apapun ketika Anda membeli sesuatu?
Saya tidak tahu jawaban Anda, tapi jika saya yang harus
menjawabnya, saya akan memilih penjual bakso dan pemilik kios
kelontong yang pertama.
Kenapa?
Barangkali bukan karena produk mereka lebih baik. Barangkali juga
bukan karena harga mereka lebih murah. Namun lebih karena mereka
melayani dengan hati. Mereka melayani dengan kehangatan dan
ketulusan yang membuat saya merasa dihargai. Ringkasnya, mereka
berhasil membangun hubungan yang baik dan mendapatkan
kepercayaan saya.
Ya, itulah esensi membangun sebuah bisnis: membangun hubungan
baik, membangun rasa percaya, respek serta loyal konsumen Anda.
Lalu apa hubungannya pertanyaan diatas dengan Pre-selling dalam
Pilar CTPM ini?
Dalam Pilar CTPM, Pre-selling adalah versi online bagaimana
membangun hubungan yang baik dengan mereka yang membutuhkan
layanan Anda, dalam hal ini pengunjung blog Anda. Pre-selling adalah
tentang memberi yang terbaik kepada pengunjung blog Anda,
membangun kepercayaan melalui blog Anda dan menumbuhkan rasa
loyal pengunjung blog Anda kepada Anda.
Pre-selling adalah langkah selanjutnya setelah Anda menulis konten
yang bernilai tinggi, bermanfaat dan dibutuhkan pembaca blog Anda,
serta setelah blog Anda mulai mendapatkan traffic yang cukup banyak.
Dengan melakukan Pre-selling, pada hakekatnya Anda sedang
membangun hubungan baik dalam jangka panjang untuk
mendapatkan kepercayaan, respek dan loyalitas pengunjung blog
Anda. Pre-selling yang berhasil, akan memudahkan Anda melakukan
langkah Monetisasi bagi blog Anda.
Setidaknya ada beberapa tips untuk melakukan Pre-selling yang baik
dengan blog Anda:

1. Tulislah konten yang benar-benar dibutuhkan pengunjung
blog Anda.
Dengan memberikan konten yang memenuhi kebutuhan pengunjung
blog Anda, Anda membuat pengunjung blog Anda menghargai dan
menyukai Anda. Konten yang bagus juga akan mendorong pengunjung
blog Anda untuk berpikir tentang Anda sebagai seorang “teman” yang
dengan tulus memberikan rekomendasi, alih-alih orang asing yang
ingin “menjual” sesuatu kepada mereka.

2. Berikanlah layanan semaksimal mungkin.
Menulislah dengan hasrat untuk berbagi dan dengan gaya Anda
sendiri. Manfaatkanlah layanan FeedBurner (atau layanan feed gratis
lainnya) untuk memberikan pilihan layanan kepada pengunjung blog
Anda yang ingin membaca blog Anda melalui RSS Feed Reader
ataupun email. Selain itu balaslah komentar dan pertanyaan yang
masuk ke blog Anda.

3. Berikanlah bonus tambahan kepada pengunjung blog Anda.
Tidak ada salahnya memberikan insentif berupa e-book gratis kepada
pengunjung blog Anda. Anda juga bisa memberikan sekedar hadiah
untuk pengunjung blog yang memberikan komentar terbanyak atau
komentar terbaik terhadap suatu posting di blog Anda. Suatu saat,
Anda bisa membuat kontes berhadiah yang akan mendorong
pengunjung blog Anda untuk lebih terlibat secara interaktif dengan
blog Anda.

4. Jangan memaksa pengunjung blog Anda.
Ya, jangan memaksa pengunjung blog Anda untuk melakukan sesuatu
yang tidak diinginkannya. Jangan memaksa pengunjung Anda untuk
mengklik iklan, namun buatlah pengunjung Anda sendiri yang ingin
mengklik iklan atau link atau apapun yang Anda pilih sebagai sarana
monetisasi blog Anda.

5. Berikan pilihan kepada pengunjung blog Anda.
Terakhir, apapun tujuan Anda, selalu berikan pilihan kepada
pengunjung blog Anda, bahkan untuk mengatakan tidak atas tawaran
Anda. Sadarilah bahwa pasti ada pengunjung blog Anda yang tidak
mengklik iklan di blog Anda, atau menolak rekomendasi suatu produk
yang Anda berikan. Yakinlah bahwa dengan memberikan pilihan
kepada pengunjung blog Anda, pengunjung blog Anda akan semakin
menghargai Anda.
Dengan melakukan langkah-langkah diatas, Anda akan mendapatkan
kepercayaan, respek dan loyalitas dari pengunjung blog Anda. Hasil
akhirnya, Anda akan memiliki sejumlah besar pengunjung blog yang
memiliki pola pikir “terbuka untuk menerima rekomendasi” Anda.
Langkah berikutnya, tentu saja Anda akan lebih mudah melakukan
tahap terakhir dalam Pilar CTPM yakni Monetisasi.

Pilar CTPM 4: Monetization

Anda telah membangun dasar konten yang berkualitas dan
memberikan manfaat maksimal bagi pengunjung blog Anda (C).
Anda telah memiliki traffic pengunjung setia yang benar-benar
membutuhkan blog Anda (T). Anda telah melakukan pre-selling
dengan membangun kepercayaan dan kredibilitas di mata pengunjung
blog Anda. Pengunjung blog Anda menyukai Anda (P).
Sekarang saatnya Anda bisa mengubah aliran traffic pengunjung blog
Anda menjadi aliran penghasilan.
Ya, monetisasi untuk blog Anda (M).

Setidaknya ada dua cara monetisasi blog:

1. Monetisasi Langsung
Monetisasi langsung dilakukan dengan menampilkan atau
memanfaatkan program-program monetisasi seperti advertising
network, paid review, independent advertising ataupun affiliate
program.
Contoh monetisasi langsung adalah Anda menampilkan iklan Google
Adsense di blog Anda, menulis review berbayar dari program paid
review semacam ReviewMe, PayPerPost atau SponsoredReviews, atau
menulis review tentang sebuah produk affiliasi yang Anda promosikan.
Dengan melakukan monetisasi langsung, Anda secara sengaja
mempergunakan blog sebagai media untuk mendulang uang dari
internet.

2. Monetisasi Tidak Langsung
Monetisasi tidak langsung dilakukan dengan memanfaatkan blog lebih
sebagai sarana marketing tools bagi produk ataupun jasa Anda. Bisa
jadi Anda memiliki produk-produk digital (bisa berupa e-book atau
podcast) atau keahlian tertentu (misalnya desain web dan grafis,
copywriting ataupun penerjemahan) yang ingin Anda promosikan
melalui blog Anda. Dengan melakukan monetisasi tidak langsung,
Anda “hanya” memanfaatkan blog Anda untuk menawarkan produk atau keahlian yang Anda miliki. Anda mendapatkan uang dari produk
atau jasa keahlian Anda dan bukan dari blog Anda.
Sementara itu, ada beberapa hal yang setidaknya patut dicermati saat
melakukan monetisasi blog:

1. Monetisasi Pada Saat Yang Tepat
Menentukan saat yang tepat untuk mulai melakukan monetisasi blog
bisa dikatakan gampang-gampang susah. Prinsipnya: hanya Anda
sendiri yang tahu kapan saat yang tepat untuk mulai melakukan
monetisasi blog Anda. Bukan orang lain. Andalah yang tahu benar
berapa jumlah minimum pengunjung blog yang kiranya bisa
memberikan penghasilan bagi Anda. Apakah 100 pengunjung per hari?
200 pengunjung? 1000 pengunjung?
Namun demikian ada beberapa parameter yang bisa dipergunakan
sebagai acuan kapan saatnya melakukan monetisasi blog diantaranya
adalah:
– Jumlah traffic pengunjung
– Pelanggan RSS
– Jumlah komentar
– Alexa Rank
– Page Rank
Dari melihat angka-angka dari parameter diatas, Anda bisa
menentukan sendiri apakah sudah tiba waktunya untuk me-monetisasi
blog Anda.

2. Diversifikasi Program Monetisasi
Lag-lagi ungkapan klise yang sungguh sudah terbukti kebenarannya:
“Don’t put all your eggs in one basket.” Tidak berbeda halnya dengan
bisnis online Anda. Di dunia internet pun Anda harus
mendiversifikasikan aliran penghasilan Anda. Jangan menyandarkan
diri semata-mata pada satu jenis program monetisasi meskipun sudah
terbukti memberikan hasil nyata dan maksimal bagi Anda. Ingat, siapa
tahu telur Anda pecah. Anda membutuhkan keranjang monetisasi lain
untuk menyimpan telur penghasilan Anda. Jadi, diversifikasikan
setidaknya dua atau tiga program monetisasi untuk blog Anda agar
aliran penghasilan Anda tetap terjaga.

3. Pilih Program Monetisasi Yang Sesuai
Pilihlah program monetisasi yang paling sesuai dengan topik blog Anda
dan karakteristik pengunjung blog Anda. Jangan memaksakan diri
menggunakan apapun jenis program monetisasi. Sebagai misal,
jangan memasang iklan produk mesin-mesin berat jika blog Anda
tentang tips-tips memasak. Usahakanlah memanfaatkan programprogram
advertising network yang paling sesuai dengan topik dan
konten blog Anda.

4. Try, Track, Evaluate and Try Again
Setelah memilih program monetisasi yang Anda anggap sesuai dengan
topik dan karakteristik pembaca blog Anda, langkah berikutnya adalah
pantau hasilnya. Efektifkah? Maksimalkah? Jika tidak sesuai harapan,
jangan takut untuk mengevaluasi. Lakukan perubahan yang diperlukan
(baik perubahan program monetisasi, perubahan cara menggunakan
program monetisasi ataupun sekedar perubahan peletakan program
monetisasi yang Anda gunakan). Langkah terakhir, coba kembali, dan
kali ini dengan lebih baik.

5. Persisten dan Sabar
Terakhir, jangan mengharapkan semuanya berjalan mulus tanpa
hambatan. Sadarilah bahwa tidak semua program monetisasi akan
memberikan hasil seperti yang Anda harapkan. Jangan pernah putus
asa. Coba lagi. Dan coba lagi. Persisten dan sabar adalah kuncinya.
Semakin Anda persisten dan bersabar, semakin Anda mampu belajar
dari kesalahan dan mengoreksinya.
Sebagai tambahan, beberapa artikel di blog ini barangkali bisa
membantu Anda menentukan jenis monetisasi apa yang sesuai untuk
blog Anda:

– Monetisasi Blog Anda: (1) Program Paid-to-Review
Artikel ini mengulas secara mendalam pengertian program paid
review, apa saja program paid review yang ada dan bagaimana cara
bekerjanya. Anda juga bisa langsung mendaftar program-program
paid review dari link yang ada di artikel ini.

– Monetisasi Blog Anda: (2) Program Paid-to-Advertise
Artikel ini mengulas secara mendalam pengertian program paid to
advertise, apa saja program paid to advertise yang ada dan
bagaimana cara bekerjanya. Anda juga bisa langsung mendaftar
program-program paid to advertise dari link yang ada di artikel ini.

– Monetisasi Blog Anda: (3) Program Paid-to-Affiliate
Artikel ini mengulas secara mendalam pengertian program paid to
affiliate (affiliasi), apa saja program affiliasi yang ada dan bagaimana
cara bekerjanya. Anda juga bisa langsung mendaftar programprogram
affliasi dari link yang ada di artikel ini.

– Monetisasi Blog Anda: (4) Program Paid-to-Socialize
Artikel ini mengulas secara mendalam pengertian program paid to
socialize (social media), apa saja program paid to socialize yang ada
dan bagaimana cara bekerjanya. Anda juga bisa langsung mendaftar
program-program paid to socialize dari link yang ada di artikel ini.
Dan jika Anda hanya memiliki blog berbahasa Indonesia, jangan
khawatir, ada banyak peluang monetisasi blog yang bisa Anda
lakukan. Silahkan simak artikel Blogguebo dibawah ini:

– 13 Cara Mendulang Uang Dengan Blog Berbahasa Indonesia
Artikel ini mengulas secara mendalam 13 cara mudah dan terbukti
bagaimana mendulang uang dengan program-program monetisasi
yang menerima blog berbahasa Indonesia. Anda juga bisa langsung
mendaftar program-program monetisasi yang diulas di artikel ini.
Dengan merujuk prinsip Pilar CTPM ini, upaya Anda untuk melakukan
monetisasi blog akan lebih mudah dan terukur. Ingatlah, tidak ada
jalan pintas. Tidak ada “Quick money from the internet.” Jika Anda
menaruh perhatian jangka panjang pada bisnis online Anda (ya,
perlakukanlah blog Anda sebagai bisnis jangka panjang), pastikan
Anda melakukannya dengan cara yang benar. Ikuti prinsip-prinsip Pilar
CTPM. Saya pun mengikuti Pilar CTPM.

sumber: Blogguebo e-book

support saya di tukang nggame
support saya di tukang nggame
support saya di tukang nggame

1 Komentar »

  1. tika said

    mat kenal admin

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: