Archive for tour and travel

wisata pulau bali

Assalmualaikum wr. wb.

besakih7.jpg
Pura Besakih

Seperti pada agenda sekolah setiap tahunnya, maka pada tahun inipun SMA Cepiring akan segera memberangkatkan 221 siswanya untuk mengikuti study wisata di Pulau Bali, kegiatan ini akan dilaskanakan selama 5 hari dari hari Jumat, 21 Maret 2008 yang direncanakan akan berangkat pada jam 07.00 dari SMA Cepiring dan akan berakhir pada hari Selasa 25 Maret 2008. Kegiatan akan dipandu oleh 12 orang guru pembimbing. Beberapa obyek wisata akan dikunjungi dalam study wisata tersebut diantaranya adalah tanah Lot, bedugul, Art Center, GWK (Garuda Winu Kencana), Pantai benoa, Pantai Kuta dan banyak obyek wisata alam dan wisata budaya akan menjadi obyek study bagi siswa kelas XI ini.

kuta-runningman.jpg
eksotisme pantai Kuta di Malam Hari…
tari-barong.jpg
Keindahan Tari Barong

Untuk yang karena satu dan lain sebab tidak dapat berangkat ke Pulau Bali, sekolah memfasilitasinya dengan mengadakan tujuan alternatif di Jawa Timur yang Insya Allah akan diberangkatkan pada hari Sabtu Malam, tanggal 22 Maret 2008.

Sebagai hasil bentuk kegiatan ini siswa diwajibkan untuk menyusun laporan kegiatan selama berada di Pulau bali atau di Jawa Timur, sebagai salah satu syarat untuk mengikuti Ulangan Umum Semester Genap tahun pelajaran 2007/2008 ini.

Untuk perbendaharaan reverensi silahkan lihat beberapa tampilan dari kegiatan tahun lalu yang terekam pada weblog ini, silahkan klik pada judul beriku :

Berikut ini bagi siswa SMA Cepiring yang ingin mendapatkan sumber penulisan dapat menelusurinya melalui tautan-tautan berikut :

Tinggalkan sebuah Komentar

wisata pulau bali

Assalmualaikum wr. wb.

besakih7.jpg
Pura Besakih

Seperti pada agenda sekolah setiap tahunnya, maka pada tahun inipun SMA Cepiring akan segera memberangkatkan 221 siswanya untuk mengikuti study wisata di Pulau Bali, kegiatan ini akan dilaskanakan selama 5 hari dari hari Jumat, 21 Maret 2008 yang direncanakan akan berangkat pada jam 07.00 dari SMA Cepiring dan akan berakhir pada hari Selasa 25 Maret 2008. Kegiatan akan dipandu oleh 12 orang guru pembimbing. Beberapa obyek wisata akan dikunjungi dalam study wisata tersebut diantaranya adalah tanah Lot, bedugul, Art Center, GWK (Garuda Winu Kencana), Pantai benoa, Pantai Kuta dan banyak obyek wisata alam dan wisata budaya akan menjadi obyek study bagi siswa kelas XI ini.

kuta-runningman.jpg
eksotisme pantai Kuta di Malam Hari…
tari-barong.jpg
Keindahan Tari Barong

Untuk yang karena satu dan lain sebab tidak dapat berangkat ke Pulau Bali, sekolah memfasilitasinya dengan mengadakan tujuan alternatif di Jawa Timur yang Insya Allah akan diberangkatkan pada hari Sabtu Malam, tanggal 22 Maret 2008.

Sebagai hasil bentuk kegiatan ini siswa diwajibkan untuk menyusun laporan kegiatan selama berada di Pulau bali atau di Jawa Timur, sebagai salah satu syarat untuk mengikuti Ulangan Umum Semester Genap tahun pelajaran 2007/2008 ini.

Untuk perbendaharaan reverensi silahkan lihat beberapa tampilan dari kegiatan tahun lalu yang terekam pada weblog ini, silahkan klik pada judul beriku :

Berikut ini bagi siswa SMA Cepiring yang ingin mendapatkan sumber penulisan dapat menelusurinya melalui tautan-tautan berikut :

Tinggalkan sebuah Komentar

wisata pulau seribu

Wilayah Indonesia yang terdiri dari gugusan kepulauan memiliki daerah wisata berupa taman laut yang kaya dengan keanekaragaman biota laut. Beberapa taman laut itu adalah Kepulauan Seribu, Taman Laut Bunaken, Karimunjawa, Taman Laut Wakatobi, Takabonerate, dan Cenderawasih. Wisata taman laut itu menjadi salah satu tempat favorit diving.

Sebut saja, Pulau Seribu yang terletak 45 km sebelah utara Jakarta ini mempunyai nilai konservasi yang tinggi karena keanekaragaman jenis dan ekosistemnya yang unik dan khas. Kepulaun Seribu mempunyai luas wilayah 1.180,80 ha (11,80 km2) dengan jumlah penduduk 20.600 jiwa, terdiri 111 pulau yang tersebar dalam 6 kelurahan.

Kondisi sumber daya alam di Pulau Seribu menyimpan potensi, terutama di sektor perikanan dan sektor pariwisata. Kegiatan wisata bahari telah dikembangkan di Kepulauan Seribu, seperti pemancingan, rekreasi laut dan pulau, sepeda air, diving (penyelaman), selancar angin dan snorkelling.

Di kawasan perairan Teluk Jakarta, akomodasi pariwisata berupa hotel dan cottage dapat mudah ditemui di pulau-pulau yang diperuntukkan bagi kegiatan wisata bahari, seperti Pulau Alam Kotok, Anyer, Bidadari, Bira Besar, Pantara, Matahari, Putri dan Sepa.

Kemudahan akses dari Jakarta melalui Pantai Marina Ancol ke Kepulauan Seribu, membuat industri wisata bahari di kepulauan tersebut meningkat cukup pesat. Dengan jarak waktu tempuh dari setengah hingga tiga jam menggunakan speed boat, kita dapat menikmati indahnya pemandangan laut di Teluk Jakarta ini.

Namun dalam tiga bulan terakhir ini sejak bencana tsunami di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), wisata bahari di Kepulauan Seribu juga terimbas dengan bencana dahsyat tersebut. Penurunan jumlah pengunjung yang cukup signifikan diakui oleh salah seorang pemandu wisata di sebuah resort di Kepulauan Seribu.

Sepinya pengunjung dirasakan terutama di hari-hari biasa, sedangkan menjelang liburan weekend, tingkat kunjungan turis ke Kepulauan Seribu secara perlahan-lahan mulai meningkat. Baru-baru ini, saat melakukan perjalanan ke sebuah Pulau Seribu yang lokasinya paling jauh dari Jakarta, terlihat lebih banyak turis mancanegara yang menghabiskan liburan akhir pekannya di salah satu resort di ujung Teluk Jakarta ini.

Misalnya Mrs Joo Hjun Heo, warga Korea Selatan yang bekerja di wilayah industri Cikarang ini mengaku berliburan bersama isteri dan dua anak mereka. Saat ditanya mengapa memilih menghabiskan weekend-nya di Pulau Seribu, Joo dengan singkat mengatakan keindahan yang ditawarkan dari pulau tersebut. Jernihnya air laut dan ikan-ikan yang berkeliaran di permukaan air menjadi daya tarik sendiri yang dapat ditemui di Pulau Seribu.

Belum lagi sejumlah aktifitas wisata bahari seperti diving, jet ski, canoeing, snorkelling dan pemancingan yang bisa ditawarkan pengelola resort Kepulauan Seribu. “Tapi dari semua itu, yang membuat kami datang ke Kepulauan Seribu adalah anak-anak kami bisa menikmati liburannya, terutama memiliki kesempatan memberikan makan ikan-ikan yang berkeliaran di permukaan air laut,” ujar Joo.

Fasilitas, aktifitas maupun keindahan laut yang tersedia memang menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi turis untuk mengunjungi Pulau Seribu. Namun dari semuanya itu, keramah-tamahan dari pengelola resort selaku tuan rumah juga menjadi dasar pertimbangan turis untuk mengunjungi lokasi wisata. Seperti turis asal Taiwan ini, Lie Hwa.

Datang bersama dengan dua temannya asal Indonesia yang menuntut ilmu di negaranya, Lie Hwa mengaku kunjungan kali ini merupakan kedua kalinya. “Saya sangat senang dengan pelayanan dan keramah-tamahan staf resort ini. Yang pasti tidak kalah dengan pelayanan di resort-resort yang ada di Bali. Saya suka itu,” ungkap Lie Hwa dalam bahasa Inggris yang terbata-bata.

Untuk saat ini, wisata bahari di Kepulauan Seribu lebih banyak dinikmati oleh turis mancanegara, khususnya Asia. Kurangnya promosi mungkin bisa dikatakan alasan yang paling tepat mengapa turis lokal jarang menghabiskan liburannya di Kepulauan Seribu. Selain itu, pencemaran di sejumlah pulau-pulau yang dekat dengan Jakarta, membuat keindahan taman laut semakin rusak dan tidak terjaga lagi.

Terumbu-terumbu karang yang indah diambil oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab untuk dijual dengan harga tinggi di kota-kota besar menjadi faktor utama rusaknya keindahan laut di Teluk Jakarta ini. Coba perhatikan di sejumlah pusat perbelanjaan di ibukota belakangan ini, anda akan dengan mudah menemui sejumlah counter yang menjual aquarium yang dihiasi dengan terumbu karang dan ikan-ikan laut.

Pembangunan resort dan ramainya turis yang mengunjungi resort tersebut juga menjadi alasan lain rusaknya terumbu-terumbu karang. Apapun alasannya dan tanpa menyalahkan siapapun, kita semuanya mestinya menjaga dan memelihara kekayaan laut. Kepedulian akan lingkungan dan kelangsungan hidup biota laut, serta unsur saling memiliki sangat diperlukan untuk menjaga kelestarian alam semesta ini.(Tommy Alwi/Idh)

sumber: pulauseribu.net

Tinggalkan sebuah Komentar

wisata pulau weh

Sumber daya hayati pesisir dan lautan seperti populasi ikan hias, terumbu karang ,padang lamun, hutan mangrove dan berbagai bentang alam pesisir (coastal landscape) unik lainnya, membentuk suatu pemandangan alamiah yang begitu menakjubkan. Kondisi tersebut menjadi daya tarik yang sangat besar bagi wisatawan, sehingga pantas bila dijadikan objeck wisata bahari.

Potensi utama untuk menunjang kegiatan pariwisata di wilayah pesisir dan laut adalah kawasan terumbu karang; pantai berpasir putih atau bersih; dan lokasi-lokasi perairan pantai yang baik untuk berselancar (surfing), ski air, serta kegiatan rekreasi air lainnya. Luas kawasan terumbu karang yang terdapat di Indonesia mencapai 85.000 km2. umumnya perairan kawasan timur Indonesia memiliki terumbu karang yang lebih beraneka ragam. Diperkirakan bahwa ekosisitem terumbu karang memiliki keragaman spesies sebanyak 335-362 spesies karang scleractinian dan 263 spesies ikan hias laut. Hal ini menciptakan keindahan panorama alam bawah laut yang luar biasa bagi para penyelam, para wisatawan yang melakukan snorkeling, atau melihatnya dari atas kapal yang dasarnya berkaca (glass bottom boat). Oleh sebab itu, tidaklah berlebihan bila terumbu karang dapat dijadikan modal utama dalam pengembangan wisata bahari di Indonesia.

KEINDAHAN PANTAI SABANG
Perjalanan dari Balohan ke kota Sabang melalui jalan yang agak berliku dan penuh dengan tanjakan dan turunan. Di daerah Mata Ie, tanjakan sudah lebar dan di Cot Ba’u ada turunan tajam yang sudah dialihkan jadi sudah agak landai. Dibeberapa tempat masih cukup curam. Kanan kiri jalan relatif sepi dari rumah penduduk, karena kiri jalan relatif curam sedangkan kanan jalan sebagian adalah tebing. Jalan ini rupanya ada tepat di daerah fault/patahan . Memasuki kota Sabang, yang berada di bagian Utara Pulau Weh, keramaian langsung terasa.

Ingat Sabang, ingat Merauke, setidaknya itu adalah rangkaian kata dalam lagu Dari Sabang sampai Merauke , hasil karya R. Surarjo, yang sudah huapal banget sejak SD. Rangkaian kata ini juga masih marak dalam pidato, pengantar laporan, juga iklan-iklan.

Pulau Weh, pulau serba ada. Mau gunung api? Ada yang masih ngebul, bisa ditemui di daerah Jaboi. Mau Danau, ada juga, namanya Danau Aneuk Laot, yang merupakan salah satu sumber utama air tawar kota Sabang. Mau keindahan pantai ? juga banyak.

Kunjungan ke pantai bisa dimulai dari kota Sabang ke arah Timur kemudian sisir ke Selatan. Ada Pantai Kasih (sayang sekali terkena dampak yang cukup parah dari Tsunami Desember 2004), ada Pantai Tapak Gajah dan Pantai Sumur Tiga dengan pasir putih nya. 3 kilometer ke Selatan ada Pantai Ujung Kareung, tempat mancing yang ideal, ikan buanyak dalam jarak 25 meter dari pantai dan dengan kejernihan airnya… Jauh ke Selatan lagi, ada pantai Anoi Itam, pasir disini telihat berwarna hitam. Sebelum sampai Anoi Itam, ada benteng Buvark di Ujong Meutigo. Benteng ini di pinggir pantai dan cukup tinggi dari permukaan laut, menghadap ke Timur. Masih ada meriam yang tertinggal. Pemandangan dari ketinggian ini sangat indah. Air laut yang jernih menyibak keindahan bebatuan didasarnya…

selanjutnya..

Tinggalkan sebuah Komentar

wisata pulau jawa

tanjung-kodok.jpg

Tanjung Kodok Beach Resort adalah satu-satunya resort berbintang tiga-plus yang terletak disamping Wisata Bahari Lamongan (WBL), di tepi pantai utara pulau Jawa tepatnya di Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur dengan jarak tempuh sekitar 5 jam dari Semarang.

Tanjung Kodok mempunyai pemandangan pantai dan laut yang sangat indah dengan aneka batu karang serta pemandangan goa alam yang mempesona dan menarik. Pada pagi hari kita bisa melihat nelayan yang sedang memancing dan menjaring ikan di tepi laut. Saat senja hari kita dimanjakan dengan indahnya pesona laut pada saat matahari tenggelam. Sedangkan waktu malam hari kita dapat menyaksikan gemerlapnya lampu-lampu para nelayan yang sedang mencari ikan.

Tanjung Kodok Beach Resort letaknya sangat strategis di jalan raya Daendeles yang sangat bersejarah itu, antara Gresik menuju Tuban. Menjadi satu kesatuan dengan Wisata Bahari Lamongan (WBL) dan Wisata Goa Maharani, berjarak hanya 3 km dari tempat ziarah Makam Sunan Wali Songo (Sunan Drajad dan Sunan Sendang Dhuwur), 3 km dari pantai pasir putih, 15 km dari tempat ziarah Makam Syeh Asmoroqondi, 30 km dari Goa Akbar dan Makam Sunan Bonang, 2 km dari tempat pelelangan ikan (TPI) dimana para tamu bisa berkunjung dan membeli berbagai macam ikan segar untuk acara barbeque.

Tanjung Kodok Beach Resort merupakan resort dengan bangunan fisik bernuansa modern minimalis ala Eropa dengan fasilitas diantaranya:

1. Villa Deluxe berlokasi di tepi pantai tepat di atas batu karang, mempunyai 3 (tiga) kamar tidur untuk kapasitas 6 (enam) orang dan ruang keluarga yang luas serta dilengkapi dengan mini kitchen, televisi, AC, telephone, mini bar, snack, free mineral water, microwave, kompor gas dan tersedia lokasi parkir yang luas di depan villa.

2. Villa Executive berlokasi dan fasilitasnya sama dengan Villa Deluxe, dengan 4 (empat) kamar tidur untuk kapasitas 8 (delapan) orang.

3. Paviliun 1 yang disediakan untuk para tamu keluarga atau rombongan dengan fasilitas 3 (tiga) tempat tidur serta dilengkapi dengan TV, AC, telephone, memo pad dan ballpoint, meja rias, almari dan safety deposit box, mini bar, free mineral Water, kamar mandi shower.

4. Paviliun 2 yang disediakan khusus untuk para pelajar dan pelatihan-pelatihan dari sekolah ataupun perusahaan yang dilengkapi dengan fasilitas 8 (delapan) tempat tidur, AC, telephone dinding, meja rias, almari dan safety deposit box, mini bar, Free mineral water dan wastafel di teras luar.

selanjutnya..

Tinggalkan sebuah Komentar

pulau simeulue

Semua ini Allah yang mengatur, Allah masih sayang sama kami.
Sewaktu Tsunami terjadi banyak yang mengira Pulau Simeulue sudah tenggelam.
Hanya karena kuasa Allah lah kami masih bisa hidup………

Begitulah komentar salah seorang tokoh masyarakat yang penulis temui di tempat pengungsian di Bukit Sirenta (Maret 2005), Desa Labuan Bhakti, Kecamatan Teupah Selatan, kurang lebih 30 Km dari Sinabang Ibu Kota Kabupaten Simeulue. Memang, ketika gempa yang kemudian disusul dengan gelombang Tsunami menluluhlantahkan Propinsi Aceh Darussalam (NAD) tidak seorangpun menyangka jika pulau ini masih ada.
Betapa tidak, daerah episentrum (pusat gempa) hanya berjarak sekitar 41 mil dari pulau ini.Tepatnya pusat gempa berada di sekitar Pulau Tepi, salah satu pulau kecil yang berada di Kabupaten Simuelue. Tetapi kondisi kerusakan dipulau ini serta jumlah korban tidaklah semengerikan di Meulaboh yang berjarak sekitar 105 mil dari pulau ini. Jika menurut hitungan ilmiah, Pulau Simeulue pastilah sudah tenggelam dihantam gempa dan Tsunami.

Memang jika Tuhan berkehendak, apapun bisa terjadi. Menurut salah satu pengungsi yang penulis temui di Kecamatan Alafan (wilayah yang paling parah terkena tsunami) mengatakan, ketika dia melaut melihat ombak yang tingginya melebihi Gunung Sibao menuju daratan. Tapi entah mengapa tiba-tiba sebelum mencapai daratan ombak tersebut berbalik arah, kembali ke tengah laut. “Mungkin balikan ombak yang menuju Simuelue inilah yang menghantam Meulaboh”, katanya.

Perlu diketahui bahwa Gunung Sibao adalah Gunung sekaligus daratan tertinggi yang ada di Pulau Simuelue. Dengan ketinggian sekitar 600 meter diatas permukaan air laut (dpa). Sebagian besar daratan di pulau ini berada pada ketinggian 0-300 meter dpa. Dalam artian jika ombak yang gagal menuju Pulau Simeulue tingginya melebih gunung Sibao, dapat dibayangkan pulau ini pasti sudah tenggelam. Namun ternyata Tuhan berkehendak lain, pulau ini selamat dari kehancuran total. Dari 78 ribu penduduk yang menghuni pulau ini, hanya tujuh orang yang meninggal dunia dan sekitar 20 ribu penduduk yang mengungsi. Padahal hingga dua hari pasca bencana, pulau ini diberitakan sudah tenggelam.

Gambaran Daerah yang Terkena Bencana

Dari delapan kecamatan dan 135 desa yang yang di Simeulu, hampir seluruh penduduk Simeulue yang berada di dekat pantai mengungsi ketika hari pertama dan kedua gempa dan tsunami terjadi. Namun memasuki hari ketiga pengungsi yang rumah dan desanya tidak terkena gempa dan tsunami sudah kembali ke desa masing-masing. Bagi pengungsi yang rumah dan desanya hancur oleh tsunami, hingga sekarang sebagian besar masih tinggal dipengungsian.

Gempa dan tsunami yang titik episentrumnya hanya berjarak sekitar 40 mil dari pulau ini, tepatnya berada di sekitar Pulau Tepi (salah satu dari 41 pulau yang ada di Simeulue) sempat membuat panik penduduk Simuelue. Sebagian besar desa-desa yang berada dipinggiran pantai rusak berat bahkan ada yang rata dengan tanah. Namun desa-desa yang berada yang jauh dari pantai, atau yang berada di dataran yang tinggi tidak tersentuh oleh bencana.

Kecamatan yang 90% lebih desanya hancur akibat gempa dan tsunami adalah di Kecamatan Teupah Barat, dan Kecamatan Alafan. Di Teupah Barat desa-desa yang terkena gempa dan tsunami adalah, Silengkas, Bunon, Angkeo, Laayon, Naibos, Inor, Maudil, Nancala, Salur, Awe Kecil dan Lantik. Sedang di Kecamatan Alafan desa-desa yang terkena gempa dan tsunami adalah, Lewak, Lhok Pauh, Lamereum, Paparas, Langi, Lubuk Baik, Lhok Dalam dan Lafakah.
selanjutnya..

Tinggalkan sebuah Komentar

wisata pulau jawa

tanjung-kodok.jpg

Tanjung Kodok Beach Resort adalah satu-satunya resort berbintang tiga-plus yang terletak disamping Wisata Bahari Lamongan (WBL), di tepi pantai utara pulau Jawa tepatnya di Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur dengan jarak tempuh sekitar 5 jam dari Semarang.

Tanjung Kodok mempunyai pemandangan pantai dan laut yang sangat indah dengan aneka batu karang serta pemandangan goa alam yang mempesona dan menarik. Pada pagi hari kita bisa melihat nelayan yang sedang memancing dan menjaring ikan di tepi laut. Saat senja hari kita dimanjakan dengan indahnya pesona laut pada saat matahari tenggelam. Sedangkan waktu malam hari kita dapat menyaksikan gemerlapnya lampu-lampu para nelayan yang sedang mencari ikan.

Tanjung Kodok Beach Resort letaknya sangat strategis di jalan raya Daendeles yang sangat bersejarah itu, antara Gresik menuju Tuban. Menjadi satu kesatuan dengan Wisata Bahari Lamongan (WBL) dan Wisata Goa Maharani, berjarak hanya 3 km dari tempat ziarah Makam Sunan Wali Songo (Sunan Drajad dan Sunan Sendang Dhuwur), 3 km dari pantai pasir putih, 15 km dari tempat ziarah Makam Syeh Asmoroqondi, 30 km dari Goa Akbar dan Makam Sunan Bonang, 2 km dari tempat pelelangan ikan (TPI) dimana para tamu bisa berkunjung dan membeli berbagai macam ikan segar untuk acara barbeque.

Tanjung Kodok Beach Resort merupakan resort dengan bangunan fisik bernuansa modern minimalis ala Eropa dengan fasilitas diantaranya:

1. Villa Deluxe berlokasi di tepi pantai tepat di atas batu karang, mempunyai 3 (tiga) kamar tidur untuk kapasitas 6 (enam) orang dan ruang keluarga yang luas serta dilengkapi dengan mini kitchen, televisi, AC, telephone, mini bar, snack, free mineral water, microwave, kompor gas dan tersedia lokasi parkir yang luas di depan villa.

2. Villa Executive berlokasi dan fasilitasnya sama dengan Villa Deluxe, dengan 4 (empat) kamar tidur untuk kapasitas 8 (delapan) orang.

3. Paviliun 1 yang disediakan untuk para tamu keluarga atau rombongan dengan fasilitas 3 (tiga) tempat tidur serta dilengkapi dengan TV, AC, telephone, memo pad dan ballpoint, meja rias, almari dan safety deposit box, mini bar, free mineral Water, kamar mandi shower.

4. Paviliun 2 yang disediakan khusus untuk para pelajar dan pelatihan-pelatihan dari sekolah ataupun perusahaan yang dilengkapi dengan fasilitas 8 (delapan) tempat tidur, AC, telephone dinding, meja rias, almari dan safety deposit box, mini bar, Free mineral water dan wastafel di teras luar.

selanjutnya..

Tinggalkan sebuah Komentar

pulau lombok

Semangat wisata Pulau Lombok juga dikibarkan lewat ”Anda bisa melihat Bali di Lombok, tapi Anda tak bisa melihat Lombok di Bali’. Slogan wisata itu tak berlebihan, karena nuansa Lombok tak jauh beda dengan nuansa di Pulau Bali. Anda bisa melihat pura atau tata cara peribadatan umat Hindu-Budha sekaligus ratusan bangunan masjid dan mushala. Apalagi keindahan pantai di Lombok menyerupai pantai-pantai di Bali, bahkan lebih alami.

Ada dua karakter budaya yang menonjol di wilayah pulau ini yakni budaya Islam dan Hindu. Tak sedikit bangunan pura dan masjid yang berdiri di sini. Namun jumlah bangunan masjid relatif lebih banyak karena masyarakat Lombok banyak yang menganut agama Islam. Bahkan Pulau Lombok juga dikenal sebagai pulau seribu masjid.

Kontradiksi itu yang membuat wisatawan menemukan suasana Bali di Lombok. ”Saya senang tinggal di Lombok karena masyarakat di sini tidak usil. Apalagi, lalu lintasnya tidak macet dan padat seperti Bali,” ujar Stuart, wisman asal Amerika saat ditemui di pantai Senggigi.

Pulau Lombok yang memiliki luas 473.780 hektare ini tak hanya menyimpan kekayaan wisata alam semata. Sektor wisata lain adalah tempat-tempat bersejarah peninggalan kerajaan Selaparang pada abad 8. Salah satu situs kerajaan itu adalah Taman Nirmada di Kota Narmada yang berjarak sekitar 10 km dari Kota Mataram. Situs ini memiliki tiga kolam yang merupakan miniatur dari Segara Anak.
selanjutnya…

Tinggalkan sebuah Komentar

pulau madura

Di Madura, banyak dijumpai perguruan pencak silat yang mengajarkan cara menggunakan celurit. Satu di antaranya Padepokan Pencak Silat Joko Tole, pimpinan Hasanuddin Buchori. Perguruan ini mengambil nama dari seorang ksatria asal Sumenep. Kala itu Madura dibagi menjadi dua wilayah kerajaan besar, yaitu Madura Timur di Sumenep dan Madura Barat di Arosbaya Bangkalan. Adapun peninggalan Kerajaan Madura Barat masih terlihat dalam situs makam-makam kuno di Arosbaya.

Dan hari ini, perguruan yang banyak mengorbitkan atlet pencak silat nasional itu secara rutin berlatih meneruskan cita-cita dan semangat leluhurnya, Joko Tole. Padepokan Silat Joko Tole selama ini cukup kesohor di kalangan pencak silat di Tanah Air. Terutama dalam mengajarkan penggunaan senjata tradisional celurit.

Walaupun hanya sebuah benda mati, celurit memiliki beragam cara penggunaannya. Ini tergantung dari niat pemakainya. Di Perguruan Joko Tole, misalnya. Celurit tidak sekadar diajarkan untuk melumpuhkan lawan. Namun seorang pemain silat harus memiliki batin yang bersih dengan berlandaskan agama.

Sebagian masyarakat menganggap celurit tak bisa dipisahkan dari tradisi carok yang dianut oleh sebagian orang Madura. Sayang, hingga kini, belum satu pun peneliti yang bisa menjelaskan awal mula carok menjadi bagian hidup orang Madura. Yang terang, pada dasarnya carok biasa dilakukan ketika seseorang merasa dipermalukan dan harga dirinya dilecehkan. Maka, penyelesaian yang terhormat adalah dengan berduel secara ksatria satu lawan satu.

Latar belakang perkelahian seperti itu diakui Zawawi Imron. Budayawan ini menerangkan, ada adigium Madura yang mengatakan: Dibandingkan dengan putih mata lebih bagus putih tulang. Artinya, daripada hidup malu lebih baik mati. Dengan kata lain, ketika orang Madura dipermalukan, maka ia berbuat pembalasan dengan melakukan carok terhadap yang menghinanya itu.

Namun dalam perkembangannya, arti carok sendiri menjadi tidak jelas. Terutama bila dihubungkan dengan nyelep, yakni menyerang musuh dari belakang atau ketika lawan sedang lengah. Dan, hal itu semakin tidak jelas manakala banyak kasus kekerasan yang bermotifkan sosial ekonomi.

Jadi, untuk mengubah stereotip itu, orang Madura harus melawan kebodohan dan ketertinggalan. Ini seperti kerinduan budayawan sekaligus penyair Madura Zawawi Imron dalam puisi berjudul Celurit Emas: Bila musim melabuh hujan tak turun, kubasahi kau dengan denyutku. Bila dadamu kerontang, kubajak kau dengan tanduk logamku. Di atas bukit garam kunyalakan otakku. Lantaran aku tahu, akulah anak sulung yang sekaligus anak bungsumu. Aku berani mengejar ombak. Aku terbang memeluk bulan. Dan memetik bintang gemintang di ranting-ranting roh nenek moyangku. Di bubung langit kuucapkan sumpah. Madura, akulah darahmu.(ANS/Soedjatmoko dan Bambang Triono)

selanjutnya..

Tinggalkan sebuah Komentar

sunda kelapa

Alam bawah laut Karangasem dikenal indah. Selain gugusan terumbu karangnya, juga terdapat banyak jenis ikan hias bahkan ikan langka. Objek wisata laut/pantai banyak dibuka di sejumlah pantai di Karangasem. Wisatawan mancanegara maupun lokal banyak terjun snorkeling atau pun diving di pantai Karangasem, seperti Tulamben, Jemeluk atau Padangbai.

Atraksi bawah laut menikmati keindahan alam bawah laut lewat kapal selam, juga sudah ada di pantai Manggis, Karangasem tepatnya di pantai Labuan. Nyoman Suarjana, S.Sos., salah satu warga lokal yang pernah menikmati alam laut Labuhan Amuk dengan kapal selam itu. Suarjana yang juga Kasubag Dokumentasi dan Pengumpul Informasi Humas Pemkab Karangasem itu mengatakan, sangat terkesan dengan keindahan alam bawah laut Karangasem.

”Sebelum terjun menikmati keindahan alam bawah laut Karangasem dengan kapal selam di Labuhan Amuk, saya hanya membaca atau mendengar bahwa bawah laut Karangasem menyimpan aset keindahan alam dan ikan yang tak ternilai. Setelah tahu kenyatannya, baru kita takjub akan kebesaran Tuhan,” katanya.

Tinggal kini, kita bersama baik investor atau pun masyaralat luas, nelayan, penangkap ikan hias mesti menyadari semua itu. Sebagai anugerah Tuhan yang besar, semua mesti menjaganya agar tetap lestari. Jangan tergiur kepentingan dan mencari keuntungan sesaat dengan mengeksploitasi kekayaan laut secara tak bertanggung jawab. Misalnya menangkap ikan dengan bahan peledak, bahan kimia atau mengambil pasir laut dan karang laut yang akan merusak habitat laut, paparnya.

Di sini kebijakan politik seorang pemimpin sangat menentukan. Soalnya, tanpa kebijakan yang bersifat melestarikan alam sesuai konsep Tri Hita Karana, maka alam makin tak terpelihara. Alam rusak karena ulah manusia, alam tak mungkin merusak dirinya sendiri. Contohnya, hutan yang tak pernah dijamah manusia tetap kondisinya lestari, tidak rusak.

Suarjana menyatakan tak sepakat kalau alam bawah laut seperti terumbu karang rusak, atau terjadinya abrasi pantai seperti di selatan Labuhan Amuk akibat alam itu sendiri. Namun pasti ada akibat dari campur tangan manusia dalam jangka waktu yang lama. ”Kita harus terfokus memelihara alam, termasuk alam laut karena sumber kehidupan kita ada di sana,” katanya.

Menikmati atraksi bawah laut dengan kapal selam di Labuhan Amuk, menurut seorang nakhoda kapal selam setempat menempuh waktu pergi-pulang sekitar 45 menit. Dari jendela kaca di kiri dan kanan badan kapal, bisa dinikmati alam bawah laut. Berbagai ikan hias, seperti jenis sersan mayor, disebut begitu karena badan ikan ini memiliki strip empat warga biru. Guna menarik ribuan ikan-ikan hias ini berkumpul di sisi kiri dan kanan badan kapal, beberapa penyelam menariknya dengan memberi pakan yang ditaruh di dalam botol. Ribuan ikan akan berebut dan mengejar makanan dari penyelam ini.

Gugusan terumbu karang warna-warni dari gugusan lanjutan perbukitan di bawah laut, juga cukup menakjubkan. Namun sayang terumbu karang itu banyak yang mati, rusak atau hancur. Kerusakan terumbu karang bawah laut di Labuhan Amuk menurut anggota rombongan jurnalis yang beberapa bulan lalu melihatnya lewat kapal selam, berkisar 30%. Pilot kapal selam membantah kerusakan terumbu karang karena beroperasinya kapal selam di sana. Soalnya, kerusakan itu sudah terjadi saat kapal selam beroperasi di sana. Kapal selam juga tak mungkin menyentuh dasar laut atau terumbu karang itu, karena akan membahayakan kapalnya sendiri.

Selama ini, belum ada upaya perbaikan misalnya dengan penanaman kembali. Selama ini, investor setempat mengatakan dengan adanya investasi kapal selam dan mempekerjakan puluhan masyarakat lokal, diyakini perusakan karena faktor manusia tak ada lagi. Tak ada lagi pengambilan batu karang, karena sudah ada lapangan kerja baru sebagai pengganti pencarian batu karang. Dengan mengetahui manfaat wisata bawah laut ternyata menarik dan mendatangkan keuntungan lebih besar dibandingkan mengambil karang laut, masyarakat pun kian sadar pentingnya kelestarian alam bawah laut.
selanjutnya..

Tinggalkan sebuah Komentar

Older Posts »
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.