Archive for tour and travel

wisata pulau bali

Assalmualaikum wr. wb.

besakih7.jpg
Pura Besakih

Seperti pada agenda sekolah setiap tahunnya, maka pada tahun inipun SMA Cepiring akan segera memberangkatkan 221 siswanya untuk mengikuti study wisata di Pulau Bali, kegiatan ini akan dilaskanakan selama 5 hari dari hari Jumat, 21 Maret 2008 yang direncanakan akan berangkat pada jam 07.00 dari SMA Cepiring dan akan berakhir pada hari Selasa 25 Maret 2008. Kegiatan akan dipandu oleh 12 orang guru pembimbing. Beberapa obyek wisata akan dikunjungi dalam study wisata tersebut diantaranya adalah tanah Lot, bedugul, Art Center, GWK (Garuda Winu Kencana), Pantai benoa, Pantai Kuta dan banyak obyek wisata alam dan wisata budaya akan menjadi obyek study bagi siswa kelas XI ini.

kuta-runningman.jpg
eksotisme pantai Kuta di Malam Hari…
tari-barong.jpg
Keindahan Tari Barong

Untuk yang karena satu dan lain sebab tidak dapat berangkat ke Pulau Bali, sekolah memfasilitasinya dengan mengadakan tujuan alternatif di Jawa Timur yang Insya Allah akan diberangkatkan pada hari Sabtu Malam, tanggal 22 Maret 2008.

Sebagai hasil bentuk kegiatan ini siswa diwajibkan untuk menyusun laporan kegiatan selama berada di Pulau bali atau di Jawa Timur, sebagai salah satu syarat untuk mengikuti Ulangan Umum Semester Genap tahun pelajaran 2007/2008 ini.

Untuk perbendaharaan reverensi silahkan lihat beberapa tampilan dari kegiatan tahun lalu yang terekam pada weblog ini, silahkan klik pada judul beriku :

Berikut ini bagi siswa SMA Cepiring yang ingin mendapatkan sumber penulisan dapat menelusurinya melalui tautan-tautan berikut :

Tinggalkan sebuah Komentar

wisata pulau bali

Assalmualaikum wr. wb.

besakih7.jpg
Pura Besakih

Seperti pada agenda sekolah setiap tahunnya, maka pada tahun inipun SMA Cepiring akan segera memberangkatkan 221 siswanya untuk mengikuti study wisata di Pulau Bali, kegiatan ini akan dilaskanakan selama 5 hari dari hari Jumat, 21 Maret 2008 yang direncanakan akan berangkat pada jam 07.00 dari SMA Cepiring dan akan berakhir pada hari Selasa 25 Maret 2008. Kegiatan akan dipandu oleh 12 orang guru pembimbing. Beberapa obyek wisata akan dikunjungi dalam study wisata tersebut diantaranya adalah tanah Lot, bedugul, Art Center, GWK (Garuda Winu Kencana), Pantai benoa, Pantai Kuta dan banyak obyek wisata alam dan wisata budaya akan menjadi obyek study bagi siswa kelas XI ini.

kuta-runningman.jpg
eksotisme pantai Kuta di Malam Hari…
tari-barong.jpg
Keindahan Tari Barong

Untuk yang karena satu dan lain sebab tidak dapat berangkat ke Pulau Bali, sekolah memfasilitasinya dengan mengadakan tujuan alternatif di Jawa Timur yang Insya Allah akan diberangkatkan pada hari Sabtu Malam, tanggal 22 Maret 2008.

Sebagai hasil bentuk kegiatan ini siswa diwajibkan untuk menyusun laporan kegiatan selama berada di Pulau bali atau di Jawa Timur, sebagai salah satu syarat untuk mengikuti Ulangan Umum Semester Genap tahun pelajaran 2007/2008 ini.

Untuk perbendaharaan reverensi silahkan lihat beberapa tampilan dari kegiatan tahun lalu yang terekam pada weblog ini, silahkan klik pada judul beriku :

Berikut ini bagi siswa SMA Cepiring yang ingin mendapatkan sumber penulisan dapat menelusurinya melalui tautan-tautan berikut :

Tinggalkan sebuah Komentar

wisata pulau seribu

Wilayah Indonesia yang terdiri dari gugusan kepulauan memiliki daerah wisata berupa taman laut yang kaya dengan keanekaragaman biota laut. Beberapa taman laut itu adalah Kepulauan Seribu, Taman Laut Bunaken, Karimunjawa, Taman Laut Wakatobi, Takabonerate, dan Cenderawasih. Wisata taman laut itu menjadi salah satu tempat favorit diving.

Sebut saja, Pulau Seribu yang terletak 45 km sebelah utara Jakarta ini mempunyai nilai konservasi yang tinggi karena keanekaragaman jenis dan ekosistemnya yang unik dan khas. Kepulaun Seribu mempunyai luas wilayah 1.180,80 ha (11,80 km2) dengan jumlah penduduk 20.600 jiwa, terdiri 111 pulau yang tersebar dalam 6 kelurahan.

Kondisi sumber daya alam di Pulau Seribu menyimpan potensi, terutama di sektor perikanan dan sektor pariwisata. Kegiatan wisata bahari telah dikembangkan di Kepulauan Seribu, seperti pemancingan, rekreasi laut dan pulau, sepeda air, diving (penyelaman), selancar angin dan snorkelling.

Di kawasan perairan Teluk Jakarta, akomodasi pariwisata berupa hotel dan cottage dapat mudah ditemui di pulau-pulau yang diperuntukkan bagi kegiatan wisata bahari, seperti Pulau Alam Kotok, Anyer, Bidadari, Bira Besar, Pantara, Matahari, Putri dan Sepa.

Kemudahan akses dari Jakarta melalui Pantai Marina Ancol ke Kepulauan Seribu, membuat industri wisata bahari di kepulauan tersebut meningkat cukup pesat. Dengan jarak waktu tempuh dari setengah hingga tiga jam menggunakan speed boat, kita dapat menikmati indahnya pemandangan laut di Teluk Jakarta ini.

Namun dalam tiga bulan terakhir ini sejak bencana tsunami di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), wisata bahari di Kepulauan Seribu juga terimbas dengan bencana dahsyat tersebut. Penurunan jumlah pengunjung yang cukup signifikan diakui oleh salah seorang pemandu wisata di sebuah resort di Kepulauan Seribu.

Sepinya pengunjung dirasakan terutama di hari-hari biasa, sedangkan menjelang liburan weekend, tingkat kunjungan turis ke Kepulauan Seribu secara perlahan-lahan mulai meningkat. Baru-baru ini, saat melakukan perjalanan ke sebuah Pulau Seribu yang lokasinya paling jauh dari Jakarta, terlihat lebih banyak turis mancanegara yang menghabiskan liburan akhir pekannya di salah satu resort di ujung Teluk Jakarta ini.

Misalnya Mrs Joo Hjun Heo, warga Korea Selatan yang bekerja di wilayah industri Cikarang ini mengaku berliburan bersama isteri dan dua anak mereka. Saat ditanya mengapa memilih menghabiskan weekend-nya di Pulau Seribu, Joo dengan singkat mengatakan keindahan yang ditawarkan dari pulau tersebut. Jernihnya air laut dan ikan-ikan yang berkeliaran di permukaan air menjadi daya tarik sendiri yang dapat ditemui di Pulau Seribu.

Belum lagi sejumlah aktifitas wisata bahari seperti diving, jet ski, canoeing, snorkelling dan pemancingan yang bisa ditawarkan pengelola resort Kepulauan Seribu. “Tapi dari semua itu, yang membuat kami datang ke Kepulauan Seribu adalah anak-anak kami bisa menikmati liburannya, terutama memiliki kesempatan memberikan makan ikan-ikan yang berkeliaran di permukaan air laut,” ujar Joo.

Fasilitas, aktifitas maupun keindahan laut yang tersedia memang menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi turis untuk mengunjungi Pulau Seribu. Namun dari semuanya itu, keramah-tamahan dari pengelola resort selaku tuan rumah juga menjadi dasar pertimbangan turis untuk mengunjungi lokasi wisata. Seperti turis asal Taiwan ini, Lie Hwa.

Datang bersama dengan dua temannya asal Indonesia yang menuntut ilmu di negaranya, Lie Hwa mengaku kunjungan kali ini merupakan kedua kalinya. “Saya sangat senang dengan pelayanan dan keramah-tamahan staf resort ini. Yang pasti tidak kalah dengan pelayanan di resort-resort yang ada di Bali. Saya suka itu,” ungkap Lie Hwa dalam bahasa Inggris yang terbata-bata.

Untuk saat ini, wisata bahari di Kepulauan Seribu lebih banyak dinikmati oleh turis mancanegara, khususnya Asia. Kurangnya promosi mungkin bisa dikatakan alasan yang paling tepat mengapa turis lokal jarang menghabiskan liburannya di Kepulauan Seribu. Selain itu, pencemaran di sejumlah pulau-pulau yang dekat dengan Jakarta, membuat keindahan taman laut semakin rusak dan tidak terjaga lagi.

Terumbu-terumbu karang yang indah diambil oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab untuk dijual dengan harga tinggi di kota-kota besar menjadi faktor utama rusaknya keindahan laut di Teluk Jakarta ini. Coba perhatikan di sejumlah pusat perbelanjaan di ibukota belakangan ini, anda akan dengan mudah menemui sejumlah counter yang menjual aquarium yang dihiasi dengan terumbu karang dan ikan-ikan laut.

Pembangunan resort dan ramainya turis yang mengunjungi resort tersebut juga menjadi alasan lain rusaknya terumbu-terumbu karang. Apapun alasannya dan tanpa menyalahkan siapapun, kita semuanya mestinya menjaga dan memelihara kekayaan laut. Kepedulian akan lingkungan dan kelangsungan hidup biota laut, serta unsur saling memiliki sangat diperlukan untuk menjaga kelestarian alam semesta ini.(Tommy Alwi/Idh)

sumber: pulauseribu.net

Tinggalkan sebuah Komentar

wisata pulau weh

Sumber daya hayati pesisir dan lautan seperti populasi ikan hias, terumbu karang ,padang lamun, hutan mangrove dan berbagai bentang alam pesisir (coastal landscape) unik lainnya, membentuk suatu pemandangan alamiah yang begitu menakjubkan. Kondisi tersebut menjadi daya tarik yang sangat besar bagi wisatawan, sehingga pantas bila dijadikan objeck wisata bahari.

Potensi utama untuk menunjang kegiatan pariwisata di wilayah pesisir dan laut adalah kawasan terumbu karang; pantai berpasir putih atau bersih; dan lokasi-lokasi perairan pantai yang baik untuk berselancar (surfing), ski air, serta kegiatan rekreasi air lainnya. Luas kawasan terumbu karang yang terdapat di Indonesia mencapai 85.000 km2. umumnya perairan kawasan timur Indonesia memiliki terumbu karang yang lebih beraneka ragam. Diperkirakan bahwa ekosisitem terumbu karang memiliki keragaman spesies sebanyak 335-362 spesies karang scleractinian dan 263 spesies ikan hias laut. Hal ini menciptakan keindahan panorama alam bawah laut yang luar biasa bagi para penyelam, para wisatawan yang melakukan snorkeling, atau melihatnya dari atas kapal yang dasarnya berkaca (glass bottom boat). Oleh sebab itu, tidaklah berlebihan bila terumbu karang dapat dijadikan modal utama dalam pengembangan wisata bahari di Indonesia.

KEINDAHAN PANTAI SABANG
Perjalanan dari Balohan ke kota Sabang melalui jalan yang agak berliku dan penuh dengan tanjakan dan turunan. Di daerah Mata Ie, tanjakan sudah lebar dan di Cot Ba’u ada turunan tajam yang sudah dialihkan jadi sudah agak landai. Dibeberapa tempat masih cukup curam. Kanan kiri jalan relatif sepi dari rumah penduduk, karena kiri jalan relatif curam sedangkan kanan jalan sebagian adalah tebing. Jalan ini rupanya ada tepat di daerah fault/patahan . Memasuki kota Sabang, yang berada di bagian Utara Pulau Weh, keramaian langsung terasa.

Ingat Sabang, ingat Merauke, setidaknya itu adalah rangkaian kata dalam lagu Dari Sabang sampai Merauke , hasil karya R. Surarjo, yang sudah huapal banget sejak SD. Rangkaian kata ini juga masih marak dalam pidato, pengantar laporan, juga iklan-iklan.

Pulau Weh, pulau serba ada. Mau gunung api? Ada yang masih ngebul, bisa ditemui di daerah Jaboi. Mau Danau, ada juga, namanya Danau Aneuk Laot, yang merupakan salah satu sumber utama air tawar kota Sabang. Mau keindahan pantai ? juga banyak.

Kunjungan ke pantai bisa dimulai dari kota Sabang ke arah Timur kemudian sisir ke Selatan. Ada Pantai Kasih (sayang sekali terkena dampak yang cukup parah dari Tsunami Desember 2004), ada Pantai Tapak Gajah dan Pantai Sumur Tiga dengan pasir putih nya. 3 kilometer ke Selatan ada Pantai Ujung Kareung, tempat mancing yang ideal, ikan buanyak dalam jarak 25 meter dari pantai dan dengan kejernihan airnya… Jauh ke Selatan lagi, ada pantai Anoi Itam, pasir disini telihat berwarna hitam. Sebelum sampai Anoi Itam, ada benteng Buvark di Ujong Meutigo. Benteng ini di pinggir pantai dan cukup tinggi dari permukaan laut, menghadap ke Timur. Masih ada meriam yang tertinggal. Pemandangan dari ketinggian ini sangat indah. Air laut yang jernih menyibak keindahan bebatuan didasarnya…

selanjutnya..

Tinggalkan sebuah Komentar

wisata pulau jawa

tanjung-kodok.jpg

Tanjung Kodok Beach Resort adalah satu-satunya resort berbintang tiga-plus yang terletak disamping Wisata Bahari Lamongan (WBL), di tepi pantai utara pulau Jawa tepatnya di Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur dengan jarak tempuh sekitar 5 jam dari Semarang.

Tanjung Kodok mempunyai pemandangan pantai dan laut yang sangat indah dengan aneka batu karang serta pemandangan goa alam yang mempesona dan menarik. Pada pagi hari kita bisa melihat nelayan yang sedang memancing dan menjaring ikan di tepi laut. Saat senja hari kita dimanjakan dengan indahnya pesona laut pada saat matahari tenggelam. Sedangkan waktu malam hari kita dapat menyaksikan gemerlapnya lampu-lampu para nelayan yang sedang mencari ikan.

Tanjung Kodok Beach Resort letaknya sangat strategis di jalan raya Daendeles yang sangat bersejarah itu, antara Gresik menuju Tuban. Menjadi satu kesatuan dengan Wisata Bahari Lamongan (WBL) dan Wisata Goa Maharani, berjarak hanya 3 km dari tempat ziarah Makam Sunan Wali Songo (Sunan Drajad dan Sunan Sendang Dhuwur), 3 km dari pantai pasir putih, 15 km dari tempat ziarah Makam Syeh Asmoroqondi, 30 km dari Goa Akbar dan Makam Sunan Bonang, 2 km dari tempat pelelangan ikan (TPI) dimana para tamu bisa berkunjung dan membeli berbagai macam ikan segar untuk acara barbeque.

Tanjung Kodok Beach Resort merupakan resort dengan bangunan fisik bernuansa modern minimalis ala Eropa dengan fasilitas diantaranya:

1. Villa Deluxe berlokasi di tepi pantai tepat di atas batu karang, mempunyai 3 (tiga) kamar tidur untuk kapasitas 6 (enam) orang dan ruang keluarga yang luas serta dilengkapi dengan mini kitchen, televisi, AC, telephone, mini bar, snack, free mineral water, microwave, kompor gas dan tersedia lokasi parkir yang luas di depan villa.

2. Villa Executive berlokasi dan fasilitasnya sama dengan Villa Deluxe, dengan 4 (empat) kamar tidur untuk kapasitas 8 (delapan) orang.

3. Paviliun 1 yang disediakan untuk para tamu keluarga atau rombongan dengan fasilitas 3 (tiga) tempat tidur serta dilengkapi dengan TV, AC, telephone, memo pad dan ballpoint, meja rias, almari dan safety deposit box, mini bar, free mineral Water, kamar mandi shower.

4. Paviliun 2 yang disediakan khusus untuk para pelajar dan pelatihan-pelatihan dari sekolah ataupun perusahaan yang dilengkapi dengan fasilitas 8 (delapan) tempat tidur, AC, telephone dinding, meja rias, almari dan safety deposit box, mini bar, Free mineral water dan wastafel di teras luar.

selanjutnya..

Tinggalkan sebuah Komentar

wisata pulau jawa

tanjung-kodok.jpg

Tanjung Kodok Beach Resort adalah satu-satunya resort berbintang tiga-plus yang terletak disamping Wisata Bahari Lamongan (WBL), di tepi pantai utara pulau Jawa tepatnya di Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur dengan jarak tempuh sekitar 5 jam dari Semarang.

Tanjung Kodok mempunyai pemandangan pantai dan laut yang sangat indah dengan aneka batu karang serta pemandangan goa alam yang mempesona dan menarik. Pada pagi hari kita bisa melihat nelayan yang sedang memancing dan menjaring ikan di tepi laut. Saat senja hari kita dimanjakan dengan indahnya pesona laut pada saat matahari tenggelam. Sedangkan waktu malam hari kita dapat menyaksikan gemerlapnya lampu-lampu para nelayan yang sedang mencari ikan.

Tanjung Kodok Beach Resort letaknya sangat strategis di jalan raya Daendeles yang sangat bersejarah itu, antara Gresik menuju Tuban. Menjadi satu kesatuan dengan Wisata Bahari Lamongan (WBL) dan Wisata Goa Maharani, berjarak hanya 3 km dari tempat ziarah Makam Sunan Wali Songo (Sunan Drajad dan Sunan Sendang Dhuwur), 3 km dari pantai pasir putih, 15 km dari tempat ziarah Makam Syeh Asmoroqondi, 30 km dari Goa Akbar dan Makam Sunan Bonang, 2 km dari tempat pelelangan ikan (TPI) dimana para tamu bisa berkunjung dan membeli berbagai macam ikan segar untuk acara barbeque.

Tanjung Kodok Beach Resort merupakan resort dengan bangunan fisik bernuansa modern minimalis ala Eropa dengan fasilitas diantaranya:

1. Villa Deluxe berlokasi di tepi pantai tepat di atas batu karang, mempunyai 3 (tiga) kamar tidur untuk kapasitas 6 (enam) orang dan ruang keluarga yang luas serta dilengkapi dengan mini kitchen, televisi, AC, telephone, mini bar, snack, free mineral water, microwave, kompor gas dan tersedia lokasi parkir yang luas di depan villa.

2. Villa Executive berlokasi dan fasilitasnya sama dengan Villa Deluxe, dengan 4 (empat) kamar tidur untuk kapasitas 8 (delapan) orang.

3. Paviliun 1 yang disediakan untuk para tamu keluarga atau rombongan dengan fasilitas 3 (tiga) tempat tidur serta dilengkapi dengan TV, AC, telephone, memo pad dan ballpoint, meja rias, almari dan safety deposit box, mini bar, free mineral Water, kamar mandi shower.

4. Paviliun 2 yang disediakan khusus untuk para pelajar dan pelatihan-pelatihan dari sekolah ataupun perusahaan yang dilengkapi dengan fasilitas 8 (delapan) tempat tidur, AC, telephone dinding, meja rias, almari dan safety deposit box, mini bar, Free mineral water dan wastafel di teras luar.

selanjutnya..

Tinggalkan sebuah Komentar

pulau simeulue

Semua ini Allah yang mengatur, Allah masih sayang sama kami.
Sewaktu Tsunami terjadi banyak yang mengira Pulau Simeulue sudah tenggelam.
Hanya karena kuasa Allah lah kami masih bisa hidup………

Begitulah komentar salah seorang tokoh masyarakat yang penulis temui di tempat pengungsian di Bukit Sirenta (Maret 2005), Desa Labuan Bhakti, Kecamatan Teupah Selatan, kurang lebih 30 Km dari Sinabang Ibu Kota Kabupaten Simeulue. Memang, ketika gempa yang kemudian disusul dengan gelombang Tsunami menluluhlantahkan Propinsi Aceh Darussalam (NAD) tidak seorangpun menyangka jika pulau ini masih ada.
Betapa tidak, daerah episentrum (pusat gempa) hanya berjarak sekitar 41 mil dari pulau ini.Tepatnya pusat gempa berada di sekitar Pulau Tepi, salah satu pulau kecil yang berada di Kabupaten Simuelue. Tetapi kondisi kerusakan dipulau ini serta jumlah korban tidaklah semengerikan di Meulaboh yang berjarak sekitar 105 mil dari pulau ini. Jika menurut hitungan ilmiah, Pulau Simeulue pastilah sudah tenggelam dihantam gempa dan Tsunami.

Memang jika Tuhan berkehendak, apapun bisa terjadi. Menurut salah satu pengungsi yang penulis temui di Kecamatan Alafan (wilayah yang paling parah terkena tsunami) mengatakan, ketika dia melaut melihat ombak yang tingginya melebihi Gunung Sibao menuju daratan. Tapi entah mengapa tiba-tiba sebelum mencapai daratan ombak tersebut berbalik arah, kembali ke tengah laut. “Mungkin balikan ombak yang menuju Simuelue inilah yang menghantam Meulaboh”, katanya.

Perlu diketahui bahwa Gunung Sibao adalah Gunung sekaligus daratan tertinggi yang ada di Pulau Simuelue. Dengan ketinggian sekitar 600 meter diatas permukaan air laut (dpa). Sebagian besar daratan di pulau ini berada pada ketinggian 0-300 meter dpa. Dalam artian jika ombak yang gagal menuju Pulau Simeulue tingginya melebih gunung Sibao, dapat dibayangkan pulau ini pasti sudah tenggelam. Namun ternyata Tuhan berkehendak lain, pulau ini selamat dari kehancuran total. Dari 78 ribu penduduk yang menghuni pulau ini, hanya tujuh orang yang meninggal dunia dan sekitar 20 ribu penduduk yang mengungsi. Padahal hingga dua hari pasca bencana, pulau ini diberitakan sudah tenggelam.

Gambaran Daerah yang Terkena Bencana

Dari delapan kecamatan dan 135 desa yang yang di Simeulu, hampir seluruh penduduk Simeulue yang berada di dekat pantai mengungsi ketika hari pertama dan kedua gempa dan tsunami terjadi. Namun memasuki hari ketiga pengungsi yang rumah dan desanya tidak terkena gempa dan tsunami sudah kembali ke desa masing-masing. Bagi pengungsi yang rumah dan desanya hancur oleh tsunami, hingga sekarang sebagian besar masih tinggal dipengungsian.

Gempa dan tsunami yang titik episentrumnya hanya berjarak sekitar 40 mil dari pulau ini, tepatnya berada di sekitar Pulau Tepi (salah satu dari 41 pulau yang ada di Simeulue) sempat membuat panik penduduk Simuelue. Sebagian besar desa-desa yang berada dipinggiran pantai rusak berat bahkan ada yang rata dengan tanah. Namun desa-desa yang berada yang jauh dari pantai, atau yang berada di dataran yang tinggi tidak tersentuh oleh bencana.

Kecamatan yang 90% lebih desanya hancur akibat gempa dan tsunami adalah di Kecamatan Teupah Barat, dan Kecamatan Alafan. Di Teupah Barat desa-desa yang terkena gempa dan tsunami adalah, Silengkas, Bunon, Angkeo, Laayon, Naibos, Inor, Maudil, Nancala, Salur, Awe Kecil dan Lantik. Sedang di Kecamatan Alafan desa-desa yang terkena gempa dan tsunami adalah, Lewak, Lhok Pauh, Lamereum, Paparas, Langi, Lubuk Baik, Lhok Dalam dan Lafakah.
selanjutnya..

Tinggalkan sebuah Komentar

Older Posts »
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.